Wawan

WP Super Cache VS DB Cache Reloaded

| Wawan | Blog + Hosting, Plugins, WordPress

Ini adalah perbandingan sederhana mengenai apa plugin cache untuk WordPress yg terbaik? WP Super Cache ataukah DB Cache Reloaded?

Hampir semua pengguna WordPress mengenal plugin WP Super Cache, mungkin karena fungsinya untuk mempercepat akses ke situs kita dengan cara membuat halaman statik dari situs kita dan memperingan kerja server, atau karena “dipaksa” oleh pihak web hosting untuk menggunakan plugin ini.

Pagi ini waktu jalan-jalan di direktori plugin WordPress aku menemukan satu plugin cache lainnya dengan rating yg “wah”. Namanya DB Cache Reloaded. Hebohnya, sang pembuat plugin mengaku plugin ini jauh lebih keren daripada plugin WP SuperCache.

I think you’ve heard of WP-Cache or WP Super Cache, they are both top plugins for WordPress, which make your site faster and responsive. Forget about them – with DB Cache Reloaded your site will work much faster and will use less disk space for cached files. Your visitors will always get actual information in sidebars and server CPU loads will be as low as possible.

Penasaran atas klaim tersebut, aku kemudian melakukan sebuah testing sederhana. Caranya gampang, aku cuma membandingkan waktu loading dan jumlah query ke database untuk 3 kondisi, tanpa caching plugin, dengan WP SuperCache dan dengan DB Cache Reloaded di sebuah halaman single post yang sama.

Kode yang ku tambahkan ke footer theme untuk mengecek waktu loading dan jumlah query itu seperti ini:

<!– <?php echo get_num_queries(); ?> queries. <?php timer_stop(1); ?> seconds. –>

Nanti hasilnya akan seperti berikut ini:

<!– x queries. x.xxx seconds. –>

1. Tanpa Cache

<!– 66 queries. 0.630 seconds. –>

2. Plugin WP Super Cache

Pertama (Ketika cache pertama kali dibuat)

<!– 68 queries. 0.724 seconds. –>
<!– Dynamic page generated in 0.716 seconds. –>
<!– Cached page generated by WP-Super-Cache on 2009-11-16 19:32:44 –>

Kedua (Ketika cache sudah dibuat)

<!– 68 queries. 0.724 seconds. –>
<!– Dynamic page generated in 0.716 seconds. –>
<!– Cached page generated by WP-Super-Cache on 2009-11-16 19:32:44 –>

3. Plugin DB Cache Reloaded

Pertama (Ketika cache pertama kali dibuat)

<!– 36 queries. 0.618 seconds. –>
<!– Generated in 0.618 seconds. Made 36 queries to database and 30 cached queries. Memory used – 16.38MB –>
<!– Cached by DB Cache Reloaded –>

Kedua (Ketika cache sudah dibuat)

<!– 4 queries. 0.595 seconds. –>
<!– Generated in 0.595 seconds. Made 4 queries to database and 62 cached queries. Memory used – 16.38MB –>
<!– Cached by DB Cache Reloaded –>

Wawww… Terlihat banget kalau jumlah query yang dilakukan ke database turun drastis dari sekitar 60an query menjadi hanya 4 query setelah menggunakan plugin DB Cache Reloaded. Sedangkan untuk waktu loading, DB Cache Reloaded juga bikin waktu loading lebih cepat biarpun hanya 0.0x detik, jadi mungkin ga akan gitu terasa buat manusia :P

Dengan plugin DB Cache Reloaded, biarpun waktu loading enggak jauh berbeda, tapi jelas dengan turun drastisnya jumlah query ke database, load server pasti akan turun drastis juga.

Kondisi ini tentunya akan sangat membantu jika kita menggunakan plugin-plugin yang membutuhkan akses ke database seperti plugin Related Posts/Similar Posts, Recent Comments, Random Posts, SEO Smart Links, SEO SearchTerms Tagging 2, All In One SEO Pack/Platinum SEO Pack, dan lain sebagainya  di shared hosting.

Jadi mulai saat ini, kelihatannya aku akan berpindah ke DB Cache Reloaded, mudah2an load server akan tetap hijau terus hihihi… Btw, ini pindah hati keduaku setelah beberapa minggu lalu memutuskan pindah ke Platinum SEO sejak All in One SEO Pack menjadi berat banget :sigh:.

Note:

# Waktu loading dan jumlah query akan berbeda-beda disetiap situs, tergantung jumlah plugin yg terinstall dan theme yg dipakai.

# Aku memuat halaman tersebut dua kali untuk masing2 plugin dg anggapan plugin akan membuat cache ketika halaman itu pertama kali dibuka, dan kondisi ketika cache sudah dibuat pada pemuatan kedua.

# 60an query ke database itu termasuk banyak, karena test memang kulakukan disitus WordPress untuk eCommerce yg berat. Blog mimpikami.com ini sendiri cuma butuh sekitar 30-40an query dan loading time sekitar 0.3-0.5 detik.

Tips:

# Kalau menggunakan theme bertipe magazine, atau mempunyai banyak meta data untuk setiap post (biasanya di situs ecommerce), pada pilihan Cache Filter, coba buang filter ‘_postmeta’. Nanti setiap meta data akan di cache juga dan hasilnya load time akan semakin cepat :D

UPDATE Feb 18, 2010:

# Karena ada master ICT yg copas n translate artikel ini habis2an tanpa ngasih source ke sini, jadi aku tambahin bonus tips satu lagi deh :P
- Plugin DB Cache Reloaded ini paling mantap kalau dipakai barengan sama plugin Hyper Cache

# Ada satu bug di DB Cache Reloaded yg sampai versi 2.02 belum juga diperbaiki padahal fixnya udah ku tulis di forumnya dia » http://wordpress.org/support/topic/346986?replies=3

# Trus sebenarnya ada 1 plugin yg benar2 aku suka banget buat bikin situs jadi wus wus wus… Tapi berbayar dan butuh space hosting gede buat cachenya dia.

Ntar deh aku bikin postingan sendiri sehubungan dua topik diatas :D

Bagikan artikel ini ke: InfoGue · Lintas Berita · Facebook · Twitter

Related Entries:

Random Entries:

18 people have left comments

Thank you mas Poer eh Wawan :-) Ikutan tergoda nih sama DB Cache, entar nyoba dulu. Kalau Platinum SEO udah duluan tergodanya sih hehehehe.

Edy wrote on November 17, 2009 - 9:58 am | Visit Link

Pak Edy tergodanya kok ga ngajak2 sih ;) )

Wawan wrote on November 17, 2009 - 10:32 am | Visit Link

Wah mas Wawan, saya baru tau lho access ke WP bisa dipercepat. Maklum jarang tengok-tengok list plug-in. Artikel ini sangat membuka mata saya. Thank’s ya mas.

U.Kikih wrote on November 17, 2009 - 12:42 pm | Visit Link

oalah… disini postnya.. mau coba ah mas, mau ganti wp-super cache ke db cache reloaded (sepertinya butuh kerja extra keras nih soalnya dah kadung semua blog make tu plugin dan jumlah blognya ga sedikit hik hik). Pengen juga nih server tetap “hijau” maklum kadang2 juga digunain buat nyedot rapid sih hehehe..

note:
komenku di post yg satunya delete aja mas
blog beritaku´s last blog ..Plugin WP Super Cache Kadang Membuat Blog Jadi Error

blog beritaku wrote on November 17, 2009 - 2:44 pm | Visit Link

Kikih » sama2 Kih.
Blog beritaku » dah di delete mas, n selamat mencoba :D

Wawan wrote on November 17, 2009 - 2:51 pm | Visit Link

Kayaknya tergoda juga nih mas poer, idem dengan pak edy beberpa blog ku dah pake platinum SEO juga, Thank u infonya mas
Ferdian´s last blog ..Perlukah Sosok Guru dalam Bisnis Online?

Ferdian wrote on November 17, 2009 - 4:28 pm | Visit Link

mantabss…
udah lama sy beralih ke db cache reloaded ini, cuma baru sekarang tahu ada bedanya …
hpnugroho´s last blog ..Pilih teman Ngobrol Seputar Bisnis Online anda

hpnugroho wrote on November 17, 2009 - 7:56 pm | Visit Link

Kalau sudah terlanjur pake All in One SEO, terus mau pindah ke Platinum SEO ribet nggak ya? Apa parameter2 kayak Title, Descriptionnya harus kita isi lagi satu demi satu?

Thank’s Wawan. You’re good!

Wys wrote on November 18, 2009 - 9:04 am | Visit Link

Wys » enggak perlu di isi satu persatu lagi mas, cukup klik satu tombol :D
Di halaman adminnya Platinum SEO ada tombol buat meng-import semua data All in One SEO ke Platinum SEO.

Wawan wrote on November 18, 2009 - 9:49 am | Visit Link

wah… sip. langsung praktek
sofyanr´s last blog ..Free Wordpress Template: Sang Saka

sofyanr wrote on November 24, 2009 - 11:05 am | Visit Link

[...] Kemaren aku sempat cerita kalau aku tergoda untuk berpindah dari plugin All in One SEO Pack ke Platinum SEO Pack sejak AiOSEO menjadi lambat dan rakus memory. [...]

WordPress Plugin – Platinum SEO Hack | Personal Life, WordPress, Internet Marketing wrote on December 1, 2009 - 10:52 am | Visit Link

wah sip banget ini, pindahan ke plugin ini aja ah… selalu senang kalau resourcenya ijo-ijo terus… thanks infonya!
aziz´s last blog ..Google Easter Eggs: Melihat Countdown menuju 2010 dalam detik

aziz wrote on February 2, 2010 - 7:31 pm | Visit Link

eh ada mas aziz, jadi kangen ama jogja :D

Wawan wrote on February 2, 2010 - 7:50 pm | Visit Link

Mas poer, coba liat postingan ini:
hxxp://www.situsinformasiinternet.com/2009/11/between-wp-super-cache-vs-db-reloaded.html

kopas dan translate abis tanpa kasih source kesini…
roeltw´s last blog ..Guru Yang Terbaik

roeltw wrote on February 18, 2010 - 6:44 am | Visit Link

@roeltw » waduh, mungkin karena dia masternya ICT mas, saya kan cuma blogger biasa :D

Wawan wrote on February 18, 2010 - 8:13 am | Visit Link

[...] sumbernya hihihi… Untunglah kebuntuan ini akhirnya terpecahkan juga. Pemenangnya ternyata artikel yang ini, yang copas master ICT lagi horeeeee hihihi… Bagikan artikel ini ke: InfoGue · Lintas [...]

Dah Lama Enggak Ada Yang Copas :P | mimpikami [dot] com wrote on February 18, 2010 - 8:29 am | Visit Link

menuju TKP langsung upload pake DB cache reload. misalkan saya tambahin sekalian SEO smart link kira2 gimana tuh mas??? soalnya barusan saya kena suspend karena resource yang tinggi.. mohon pencerahan

kang@paidjo wrote on March 11, 2010 - 7:25 am | Visit Link

@kang paidjo » pake W3 Total Cache aja mas, fiturnya udah gabungan antara DB Cache Reloaded + Hypercache/WP SuperCache

Wawan wrote on March 11, 2010 - 9:48 am | Visit Link

feel free to leave a comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs are automatically generated. Off-topic or inappropriate comments will be edited or deleted. Email addresses will never be published. Keep it PG-13 people!

All fields marked with " * " are required.