Werkstuk Anggur
May 6th, 2008 | | blogsome, life
Alih-alih menikmati kelezatan anggur yang saya nikmati pagi itu, malah mengingatkan pada momen saat kuliah dulu. Saat dimana saya sangat sebel dengan namanya “anggur”. Cerita dimulai pas semester 3, saya diberi tugas kuliah Morfologi dan Sistematika Tumbuhan untuk membuat werstuk anggur.
Apa itu werkstuk? Karena dalam google adanya bahasa Belanda.. hihihi..Ya sudah, seingat saya sih berisi rangkuman info suatu spesies mulai dari klasifikasi, kunci determinasi, ciri2 morfologi, gambar bagian2 morfologi, dan beserta penjelasannya.
Nah, saat itu saya mendapat bagian “werkstuk anggur”. So, what’s up? Btw, saat itu anggur merupakan tanaman yang masih jarang banget ditemukan pustakanya. Internet juga belum kenal, hwaduh.. Sedangkan temen2 yg dapet tanaman lain yang “membumi” tentunya sangat mudah ditemukan dan selain itu, dapat mencontek dari tugas2 kakak tingkat sebelumnya. Hehehe.. saya ga lhooo…
Yang bikin sayah mumet adalah pembuatan kunci determinasi-nya. Penggunaan kunci determinasi merupakan sarana untuk mengidentifikasi suatu tumbuhan/hewan. Jangan bayangin kunci rumah ya, apalagi kunci Inggris, hehehe.. Ada sih buku/kitab panduan untuk menemukan spesies yg kita maksud, tapi di jaman itu, bukunya tuwir banged dan serasa berefek magis, halah! Contoh kunci determinasi (yg sudah canggih) dapat dilihat di sini.
Akhirnya dengan smangat 45, berbekal “kitab” Flora of Java karangan Backer dan Van Den Brink (1963, 1968) dan Taksonomi Tumbuhan (Tjitrosoepomo, G. 1981), saya menyusun kunci determinasi untuk anggur. Huwahuwa.. mo nangis deh rasanya.. Secara saya ga familiar dengan tanaman anggur dan harus menemukan KD-nya dengan hanya berbekal gambar dan penjelasan tertulis ciri2 morfologi. Statemen pencandraan jg dalam bahasa inggris, hiks.. secara bahasa inggris konteks biologi.. walah kiamat deh!
Namun akhirnya sampai juga ke tujuan : Vitis vinifera. Yes!! Klo ga salah sampai nomor 160an gitu, tentunya dengan model kunci dikotomi, waaa.. mantab! Mantab pusingnya, hehehe..
Tapi sudahlah, itu masa lalu.. huhuhu..
Btw, kata “anggur” juga digunakan oleh kenek bus kota di Jogja untuk menyebut penumpang yang sudah tua. Hihihi.. klo ada penumpang yg sudah tua (maupun keliatannya sudah tua
), keneknya suka bilang “anggur..anggur!!” Katanya c, konotasinya dengan anggur cap orang tua. Ga sopan ah, hahaha.. Pssst.. klo yang turun bis itu peyempuan, apa coba bilangnya? “Dobel..dobel!!” Meskipun yg turun satu orang yo bilangnya tetep gitu. Hwahaha..siyalan!!
Eniwei, anggur dalam benak saya masa kini dan seterusnya hanya satu.. Itu adalah salah satu buah kesukaan swami. Hehehe..
**Gambar ngunduh dari sini
feel free to leave a comment
Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs are automatically generated. Off-topic or inappropriate comments will be edited or deleted. Email addresses will never be published. Keep it PG-13 people!
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
All fields marked with " * " are required.




2 people have left comments
huehehehe…gak nanya yah?
kabooor
iins last blog post..So sentimentil