H.U.E.T and Sea Survival Training
Aug 28th, 2007 | | life
Beberapa minggu lalu gue ikutan Helicopter Underwater Escape Training dan Sea Survival Training, keduanya bagian dari B.O.S.I.E.T (Basic Offshore Safety, Induction and Emergency Training).
Sesuai dg peraturan perusahaan yg baru, semua karyawan minimal wajib mempunyai sertifikasi HUET dan Sea Survival, terutama buat karyawan yg sering ke offshore. Sertifikatnya sendiri punya batas waktu tiga tahun, jadi tiga tahun lagi gue harus ngambil sertifikasi lagi kayak perpanjangan SIM ![]()
Inti dari pelatihan ini kira2 gini:
Memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada penumpang agar dapat melakukan dan menyelamatkan diri secara maksimum pada situasi keadaan darurat dalam pendaratan helicopter di air, dan bertahan hidup di laut sampai pertolongan tiba.
Sebenarnya gue mau nyalin beberapa poin penting dari slide atau buku panduannya, tapi gue lupa naruh bukunya dimana hehehe.. tapi intinya gini, *sesuai ingatan aja ya* pada saat terjadi pendaratan helicopter diair kalau pendaratan itu terkontrol, kita bisa melakukan hal2 berikut ini:
- Pastikan posisi pintu keluar primary dan secondary
- Pastikan seatbelt terkunci erat dan strap di baju pelampung ga kejepit seatbelt, ujung sisa dari seatbelt sisipkan kebelakang biar tidak mengganggu
- Lepaskan semua benda tajam seperti pena dan kacamata
- Ambil brace position, posisi dimana salah satu tangan memegang erat bagian bawah kursi, badan menunduk dan tangan lainnya memeluk erat pundak tangan satunya, kepala ditundukkan sedalam mungkin. Kalau pintu keluar di kanan, tangan yg memegang kursi adalah tangan kiri dan sebaliknya, agar tangan yg memegang pundak bisa digunakan untuk membuka pintu.
- Preparing for impact
Sedangkan kalau pendaratannya uncontrol, coba lakukan brace position immediately.
Yang paling menegangkan *dan menyenangkan :P* dari training ini adalah ketika simulasi pendaratan darurat helicopter di kolam renang, dimana kita naik ke modul, terus modulnya di balik di dalam air, dan kita berusaha untuk keluar dari heli yg tenggelam tadi.
Peraturannya, kalau dalam waktu 10 detik (ato 20detik ya? lupa gue, tapi pas latihan dibalik dan ditenggelamkan ama pelatihnya sih, kita harus bisa nahan napas dalam keadaan terbalik gitu untuk 20detik) kita tidak bisa menyelamatkan diri, you fail! ![]()
Gue kemaren alhamdulillah sukses bisa keluar dg tiga cara, lewat pintu primary, lewat jendela primary dan lewat secondary exit. Paling bikin panik itu waktu kita harus keluar dari secondary exit, karena kita harus menunggu teman kita yg duduk disebelah secondary exit itu keluar terlebih dahulu! SSssst, gue buat simulasi kedua dan ketiga ga nunggu 5detik, udah langsung berusaha keluar ![]()
Ok, primary exit adalah pintu yg berada tepat di sebelah kita, sedangkan secondary exit bagi kita adalah pintu yg berada jauh dari kita, biasanya disisi satunya dari kita dan terhalang oleh teman.
Untuk keluar dari primary exit, berikut langkah2nya:
- Masih dalam keadaan brace position, pastikan keadaan udah stabil, hitung dulu 5detik sebelum berusaha keluar
- Tetap berpegangan dg kursi, cari dan buka pintu atau jendela, kalau jendela gunakan siku untuk memukul dan membuka jendela
- Setelah terbuka, dg tetap berpegangan di kursi, buka seatbelt
- Tetap berpegangan di kursi, pegang pintu keluar, lepaskan kursi dan tarik badan keluar
Untuk keluar dari secondary exit, langkah2nya mirip:
- Masih dalam keadaan brace position, pastikan keadaan udah stabil, hitung dulu 5detik sebelum berusaha keluar
- Pastikan primary exit ga bisa dibuka
- Pastikan teman sudah keluar dg meraba, ganti tangan yg berpegangan di kursi dg tangan satunya
- Pegang bagian bawah kursi didekat secondary exit, lepaskan seatbelt, dan pindah duduk ke kursi yg ada di dekat secondary exit
- Tetap berpegangan di kursi, pegang pintu keluar, lepaskan kursi dan tarik badan keluar
Kalau menurut gue sih, sederhananya kita harus memastikan seatbelt terpasang dg benar, ambil brace position biar ga kebentur2, dan selalu pastikan ada tangan yg berpegangan dikursi sewaktu kita berusaha mencari pintu keluar. Oya, sebelum muncul ke permukaan air, kebas2kan tangan untuk menghalau api, minyak dan benda2 berbahaya lainnya.
Untuk sea survival, kita praktek cara membalik perahu karet, menggunakan radio beacon, smoke dan flare signal, bertahan dari hipotermia dll.
Trainingnya lumayan seru sih, semuanya jg pada lulus, kecuali ada bapak2 yg orangnya panikan dan ga berhasil keluar dari pintu dan jendela
Ada beberapa teman yg ga bisa berenang pun lulus dengan lancar, emang kayaknya yg penting itu ga panik pada kondisi badan kita terbalik di dalam air dan bukan kemampuan renangnya ![]()
feel free to leave a comment
Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs are automatically generated. Off-topic or inappropriate comments will be edited or deleted. Email addresses will never be published. Keep it PG-13 people!
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" line="">
All fields marked with " * " are required.




6 people have left comments
Tips yg nelegakan… secara saya gak bisa berenang
hehehe… sama ama teman gue tuh, dia nunda2 huet gara2 ga bisa berenang
eh pas simulasi dia puji2 pelatih karena langsung bisa njalanin dg sempurna 
iya yg penting tenang aja… sy aja yg gak bisa berenang bisa lulus…
n gak usah takut.. pan udah alan naik chopper pake life jacket… kecuali kalo gak pake life jacket baru deh panik… ehh jangan ding..
mas trainingnya dimana ,bayarnya mahal ngga soalnya saya mau ngelamar kerja di offshore harus punya sertifikat huet dan sea survival.tolong mas di informasikan siapa tahu saya bisa ikut training itu,makasih
wah itu dibayarin kantor mas, yg jelas kemaren itu trainernya dari Indosafe Pratama, coba cari info tentang mereka aja