Embargo Indonesia!
Nov 12th, 2008 | | Uncategorized
Beranikah kita mengembargo Indonesia?
Dapatkah kita bertahan tanpa bantuan negara lain?
Apakah dengan embargo diri sendiri baru Indonesia bisa maju?
Dapatkah pola pikir dan kebiasaan warga negara kita diubah agar lebih cinta produk sendiri tanpa embargo?
Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu-english, beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan…hehehe.
“Your country is so rich!”
Ah biasa banget kan denger kata-kata begitu. Tapi tunggu dulu,
“Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia “
“Everything can be found here in Indonesia , u dont need d world”
“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!”
“Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia, 500.000 orang Indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami? Apartemen-apartemen dan condo terbaru kami yang membeli pun orang-orang indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat.”
“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar-benar panic, sangat berasa, we are nothing.”
“Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di Singapura dan malaysia ? kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras”.
“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China . Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri”.
“Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani-petani kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri.”
“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.” (regard, ABU HANA)
Sumber: milis tetangga hihihi…
feel free to leave a comment
Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs are automatically generated. Off-topic or inappropriate comments will be edited or deleted. Email addresses will never be published. Keep it PG-13 people!
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" line="">
All fields marked with " * " are required.





































1 person has left a comment
sebuah rezeki akan jadi anugerah apabila disyukuri, cara mensyukuri itu dengan mengolahnya dengan baik dan adil, tapi apa daya bangsa kita seringkali kesulitan untuk mengolah sumber daya di negeri ini, seringkali menjual mentah2 apa yang kita miliki ke luar negeri dan ironisnya kita membeli kembali barang tersebut dalam bentuk jadi yang tentunya harganya sudah naik beberapa kali lipat