Bahasa Jawa
Aug 14th, 2006 | | life
“… dalem ngaturaken matur nuwun sanget, Mbak..” Setelah berpanjang lebar akhirnya aku menutup pembicaraan itu. Lhoh…tapi… si mbak kok seolah-olah terpaku? Aku perhatikan ibu kosku yang sedang kuajak bicara itu terdiam beberapa saat, terlihat terpana, terkesima ato apalah namanya. Hah? is there something wrong? Tapi tidak berapa lama kemudian, beliau tersadar dan ” Inggih, mbak, sami-sami…bla..bla..bla..” Oalah !!!! Aku tau dimana letak “kesalahan”ku. Jadi selama beberapa menit tadi aku nyerocos dalam bahasa Jawa halus?? Pantesan aja si mbak jadi bengong gitu…hahaha…. Aku kan ga pernah ngobrol memakai bahasa Jawa dengan beliau ini. Bukannya aku ga mengakui jadi orang Jawa tapi aku takut salah ngomong. Meskipun orang Jawa tapi aku ga gtu bisa soalnya bahasa Jawa kan dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu kromo inggil (suasana keraton), kromo manengah (suasana keluarga, cenderung awam), kromo ngoko (suasana pergaulan, lebih awam), dimana penggunaannya juga harus disesuaikan dengan orang yang memakai, orang yang diajak bicara dan juga situasi dan tempat kita berada saat itu. (bagiku) ruwet deh pokokna…
No comments yet.
feel free to leave a comment
Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs are automatically generated. Off-topic or inappropriate comments will be edited or deleted. Email addresses will never be published. Keep it PG-13 people!
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" line="">
All fields marked with " * " are required.




































