Wawan

Film Merah Putih vs Merantau

| Poer | life

Menurut kalian bagus mana antara film Merah Putih dan Merantau?

Merah Putih keluar disaat yang tepat banget, 4 hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Bercerita tentang perjuangan sekelompok pemuda di bulan July 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda I. Didukung oleh para pemain film yang sedang naik daun, tim ahli spesial effect dari Hollywood, bahkan scriptnya pun di tulis oleh orang Hollywood.

Sebelum nonton film ini, aku yang membaca sinopsisnya jadi penasaran banget dan menunggu-nunggu dengan tidak sabar tanggal 13 Agustus 2009, hari ketika film ini diputar di bioskop2 Indonesia. Bahkan waktu itu aku sempat nulis di blog ini juga, saking tertariknya dengan film ini.

Berbeda dengan film Merah Putih, aku kurang tertarik dengan sinopsis film Merantau yang sempat kubaca di 21cineplex.com. Ceritanya terlalu biasa, tentang seorang pemuda Bukittinggi yang merantau ke Jakarta dan terjebak operasi jual beli manusia. Jarang sih emang dibuat film, tapi yaaa… kok kesannya biasa aja gitu. Apalagi pemain2nya pun rata2 pemain yang aku enggak kenal hihihi…

Terus setelah nonton kedua film ini dalam 2 hari berturut2 hasilnya gimana?

Merah PutihFilm Merah Putih bagus sih, kadang lucu juga, tapi terus terang kurang berkesan dihati. Sebaliknya film Merantau itu baru film yang berkesan banget, kerennnn habis, di akhir film aku sampai berkaca-kaca hiksss…

Merah Putih ceritanya terlalu lambat, lebih banyak konflik pribadi, mungkin sih maksudnya biar lebih terasa bagaimana mereka, para pemuda yang berasal dari berbagai daerah; Jawa, Bali, dan Manado serta berasal dari berbagai kalangan; ningrat, guru, dan petani, karena satu tujuan bersatu berusaha melindungi tanah airnya dari serbuan Agresi Militer Belanda yang tidak berperikemanusiaan.

Adegan pertempuran itu sendiri baru dimulai sepertiga akhir film. Ada beberapa adegan yang lucu di film ini, bahkan penonton sempat tertawa melihat mayat penduduk yang perutnya bergerak untuk bernafas hihihi…

merantau

Merantau alurnya justru teramat cepat, ceritanya sederhana, menampilkan tokoh2 yang sederhana, dan realitas hidup saat ini. Dalam alur yang sederhana ini, masih terdapat alur2 yang tak terduga, dan yang paling keren, adegan perkelahian tiada henti yang belum pernah ada di layar lebar Indonesia.

Kerennn banget pertarungannya, entah bagaimana mereka bikin itu semua, habis kayaknya mereka benar2 dilempar sana sini membentur tembok, dinding besi container, ketusuk bambu dll. Kalau itu semua spesial effect, kok keliatannya lebih keren dibanding spesial effectnya Merah Putih yang ditangani ahli dari Hollywood ya? hihihi…

Dari alur yang sederhana tapi tak terduga, akhir cerita Merantau benar2 bikin sedih, adegan terakhir emaknya Yudha mengantar Adit sekolah sambil menangis menggenggam kalungnya Yuda dan teringat saat terakhir sewaktu mengantar Yuda pergi merantau itu sediiih banget :’(

Kedua film ini masuk kategori harus ditonton, memang aku sedikit kecewa dengan Merah Putih, tapi mudah2an di film ke-2 dan ke-3nya cerita akan lebih cepat dan lebih bagus lagi.

PS:

Ini pendapat pribadi lo ya, mungkin karena aku sudah terlanjur terlalu berharap banyak dengan film Merah Putih, jadinya sedikit kecewa sama alur ceritanya. Aku juga bukan kritikus film, dan bukan siapa-siapa, hanya sekedar penikmat film saja.

Related Entries:

Random Entries:

Tinggalkan Komentar Anda