Wawan

Maen Rahasia-rahasiaan Yuk…

| Poer | life

Ketika itu aku lagi diskusi masalah kerjaan dengan seorang rekan, ketika tiba-tiba HP-ku berbunyi.

“Ehm.. no Jakarta, sapa ya? Paling juga dari perusahaan telemarketing,” begitu pikirku, karena aku memang jarang dapat telp dengan no Jakarta ke HP.

“Halo, selamat siang…”,
“Halo, selamat siang Pak, begini Pak, saya Melati *bukan nama sebenarnya*, dari Asuransi Antah Berantah, mau mengucapkan selamat kepada Bapak, karena telah terpilih dari sekian banyak nasabah Bank Sehat Sejahtera untuk mengikuti program Asuransi Hidup Itu Indah kerja sama dari Asuransi Antah Berantah dan Bank Sehat Sejahtera”,

Gila, nih cewek ngomongnya cepat amat yak? Apa biar kita ga bisa menangkap dengan jelas maksud omongannya? Btw, benerkan dari telemarketing *senyum-senyum sendiri, sambil nyiapin penolakan secara halus*

“Perlu Bapak ketahui, nggak semua nasabah mendapatkan kesempatan ini Pak, hanya mereka yang memiliku track record pembayaran kartu kredit yang bagus saja yang mendapatkan kesempatan ini, jadi sayang banget kalo dilewatkan ya Pak”,

Ngerayunya pinter juga ni orang, pikirku :)

“Keuntungannya juga banyak Pak…”, lalu dimulailah penjelasan dengan nada cepat dan bersemangat 45 dari mbaknya.

“Jadi Pak, selain keuntungan tadi, caranya juga mudah banget, kami akan otomatis mendebet kartu kredit bapak sebesar 75 ribu rupiah saja perbulannya, coba bapak banyangkan, dengan semua keuntungan tadi, tidak seberapa banget kalau dibandingkan dengan biaya ini, dan keanggotaan bapak dapat langsung kami aktifkan sekarang juga, dan seketika itu juga bisa Bapak mengalami kecelakaan atau sekecil apapun, bapak dapat mengklaim apda kami. Nah, gimana Pak, bisa saya aktifkan sekarang juga keanggotaannya? Bisa ya Pak?”,

Weleh, kok langsung nodong gini? Dengan penjelasan secepat itu, orang juga belum tentu bisa menangkap semua pembicaraannya, malah langsung todong.

“Maaf mbak, sebenarnya tawaran Anda cukup menarik, tapi untuk masalah seperti ini, saya harus diskusi dulu dengan istri saya, bisa saya minta brosurnya saja?”
“Wah maaf Pak, kami cuma melakukan penawaran via telp, dan seperti tadi saya katakan program ini tidak terbuka untuk semua nasabah, jadi ga bisa Pak, sayang banget loh Pak kalau dilewatkan, jadi lebih baik kalau langsung saya aktifkan sekarang ya Pak?”,
“Waduh mbak, saya ga bisa kalo gitu, maaf”,
“Ok, selamat siang”, dan sang telp pun langsung dibanting.

privacyHehehe… Ada banyak macam memang orang yang menawarkan produk gini, dengan membawa-bawa nama Bank tempatku menabung atau bikin kartu kredit, ga cuma itu, ada juga yang dari persh telekomunikasi tempatku berlangganan telp seluler.

Untuk telemarketer dari persh telkom, aku yakin mereka memang mewakili persh tersebut, karena produk yang ditawarkan memang produk persh telkom itu, akan tetapi untuk produk-produk lain seperti asuransi, travel, dll itu, aku juga yakin, mereka hanya membawa-bawa saja nama Bank dimana aku jadi nasabahnya.

Permasalahannya adalah dari mana mereka mendapatkan informasi itu, mulai dari no telp pribadiku, statusku sebagai nasabah dan pemegang kartu kredit persh ini dan itu, dsb. Bukankah seorang konsumen dan nasabah seperti kita berhak untuk mendapatkan perlindungan kerahasiaan informasi pribadi seperti itu?

Ada teman-teman yang tahu tentang perlindungan konsumen?

Gambar diambil dari sini: www.noticebored.com

Related Entries:

Random Entries:

Tinggalkan Komentar Anda