ayda

Dayak Festival 2008

| Ayda | life

Dayak Festival 2008 berlokasi di Gunung Utara Club House, dg jadwal mulai jam 9 pagi sampe 11 malem, yang menampilkan lebih dari 100 orang performers dari berbagai suku Dayak yang ada di Kalimantan. Acara dibagi menjadi 3 sesi, yaitu pagi, sore dan malam. Saya dan swami datang pas afternoon dan evening program saja. Agak nyesel jg sih krn paginya tuh ada live demonstrations yg meliputi rattan handicraft, beadwork, blow pipes, tattoo, boat making dan forest hut. Duh,klewat deehh..

Afternoon program mulai jam 3 sore dan berisi peragaan upacara tradisional yg meliputi welcome ceremony, adoption (proses adopsi anak), dan wedding ceremony. Sebelum masuk ke t4 pertunjukan, kami semua diberi gelang manik2 tanda “telah diterima” di lingkungan penduduk Dayak, yang dipasangkan oleh mereka. Setelah acara selesai, ga lupa minta foto sama ibu2 Dayak yang salah satunya bertelinga panjang yg digantungi puluhan anting. Narsis, narsis deh, mumpung gratis! Hehehe..

Di depan replika rumah Dayak Bernarsis ria dengan ibu Dayak

Proses adopsi anak terdiri dari beberapa tahap, cuman saya ga gitu apal tahap2nya karena tempat peragaan juga berpindah-pindah. Yg paling saya ingat adalah pemberian secoret arang yang menandakan anak tsb sudah menjadi bagian keluarga (hore, saya berhasil memfoto pas si ibu mengoleskan arang pada kaki anaknya, secara prosesnya sambil berjalan/agak lari dan rame dikelilingi oleh pengunjung dan pemburu foto).

Wedding ceremony suku Dayak dalam peragaan ini, terdiri dari lamaran, perkawinan dan kunjungan antar keluarga mempelai. Hantaran lamaran (yg harus dibikin sendiri oleh mempelai pria) terdiri dari dayung, mandau dan tempat mencari kutu. Detail prosesi pernikahan ada yg sama dengan pernikahan adat Jawa, yaitu ada bagian pas suap-suapan/dulang-dulangan (dgn inti perlambang yang sama).

Part of adoption ceremony Part of Dayak's wedding ceremony Peragaan busana tradisional Dayak Fashion show by Samuel Wattimena

Evening program dimulai jam 7, terdiri dari buffet dinner, traditional Dayak dances & music, dan fashion show oleh designer Samuel Wattimena. Dateng2 dapet souvenir lagi setelah sorenya jg dapet. Hihihi.. Pertunjukan dimulai dg menyajikan 10 tarian Dayak dari 6 sub suku Dayak yang ada di Kalimantan. Di sela pertunjukan tarian juga disajikan peragaan busana dari 5 sub suku Dayak yaitu Kenyah, Bahau, Ahoeng, Iban, Ma’anyan dan Ngaju. Pagelaran busana oleh Samuel Wattimena bikin tambah semarak acara malam itu.

Yang paling disukai saya dan swami adalah Tari Uok Botung dari Dayak Paser. Tari yang sangat dinamis karena melukiskan peperangan terhadap roh jahat. Trus, tari Kode Bura juga keren tuh.. Tapi ada satu tari yg saya ga gitu saya perhatikan (Tari Maho Doran Kory) karena sambil ngantri demi sepotong wafel Novotel, hahaha… nyemil mulu ah!

Leaflet dan suvenir Berpose dengan pengantin Dayak

Secara keseluruhan, acara Dayak Fest ini bener-bener buwagus gus.. keren!! Ga nyesel deh saya bela-belain datang dari Malang (huu..bilang ja kangen swami! Hehehe.. ). Saya masih nyesel ga ikut acara pagi, aslinya sih pgn nyoba tato Dayak yg keren abis ituh.. hihihi.. tapi kayaknya ga boleh deh sama swami :D Untunglah souvenirnya bagus juga meskipun sayah dah punya *tapi kan motifnya beda* Trus bisa foto bernarsis ria dg “mempelai” Dayak. Halah..

Related Entries:

Random Entries:

Tinggalkan Komentar Anda