ayda

Kambing hitam

| Ayda | life

Kambing hitam adalah istilah untuk menyebut seseorang atau sesuatu yang ditimpakan kesalahan mengenai sesuatu (from Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia). Misalnya pemain sepakbola Colombia Andrés Escobar yang dikambing hitamkan karena gol bunuh dirinya di Piala Dunia 1994 dan ditembak mati saat ia kembali ke tanah air. Menurutku sih, istilah ini kejam karena telah merusak nama baik “kambing hitam” dan mengarah ke “fitnah”. Sebagai contoh (ini neh modus jaman dulu), saat mau membangun gedung, orang-orang kita menanam kepala kerbau. Saat merayakan hari laut, nelayan-nelayan kita menenggelamkan kepala kerbau. Saat panen raya, petani-petani kita juga memenggal kerbau. Nah, di situlah letak ”fitnah”nya. Sudah jelas yang biasa dijadikan korban adalah kerbau, kepalanya lagi, kok yang kena sasaran malah kambing hitam. Kasihan amat ! Kenapa untuk menyebut sosok yang dikorbankan kita tidak menggunakan kata kerbau atau kepala kerbau? Yah, namanya juga korban, tak perlu alasan berlebih untuk menjelaskannya.

Bisa jadi kita terpengaruh kata Inggris scapegoat. Makna kata ini kira-kira sama, yakni sesuatu yang dikorbankan. Para ahli antropologi Barat mencatat banyak ritual di masa lalu berupa pengorbanan di kuil-kuil; mereka menyebutnya sebagai scapegoating. Istilah ini kemudian banyak dipakai, bahkan menjadi kajian khusus dalam psikologi. Orang-orang Yahudi getol menggunakan kata ini untuk menyebut posisi mereka saat berhadapan dengan Nazi. Hittler, menurut mereka, adalah scapegoater. Dia menimpakan kesalahan kepada para Yahudi atas persoalan ekonomi dan sosial di Jerman. Kajian psikologi menunjukkan bahwa para scapegoater biasanya berada pada kondisi tak berdaya dan frustrasi. Mereka melampiaskan amarah, frustrasi, dan agresi pada orang lain namun tak pernah berhasil menyelesaikan masalah. Mereka hanya lari dari masalah.

(bahan dari berbagai sumber)

Related Entries:

Random Entries:

Tinggalkan Komentar Anda